Mengurus Kartu Kuning untuk Mencari Kerja

Mau membagi informasi nih.. Secara waktu sudah menunjukkan bulan Juli, which is just around two months before penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil, maka saya mulai mengurus apa2 yang mejadi persyaratan melamar CPNS. Salah satunya adalah mengurus Kartu Kuning yang tersohor itu. padahal bentuknya ga kaya kartu, karena panjang dan cuma berupa sehelai kertas. Tapi yah maklum saya mbayanginnya kaya kartu-kartu yang sering diangkat wasit di perhelatan akbar sepak bola itu, hehe..

Jadi menurut informasi rekan2 blogger, keperluan untuk mengurus kartu kuning itu bervariasi, ada yang bilang diperlukan ijazah dan transkrip nilai dari SD sampai pendidikan terakhir, KK, akte kelahiran, dsb. Saya sempat menyiapkan semuaaaanya (kecuali akte kelahiran, karena aslinya lagi ga keliatan). Lalu berbekal luengkap, sampailah saya di sebuah Kecamatan di daerah Jakarta Utara. Saya ceritakan sedikit yah pengalaman saya..

Pertama kali sampai di Kecamatan, saya agak senang juga.. Baru pertama kali menginjakkan kaki kesini nih, pikir saya.

(Hampir menginjak gedung utama)

Saya: “Permisi Pak, untuk membuat kartu kuning benar di gedung yang ini?”

Pihak keamanan (lagi duduk santai): “Benar Mba, udah siap kelengkapannya?”

Saya (tidak tergoda bertanya ttg kelengkapan): “Udah Pak..”

Pihak keamanan: “Gitu.. Di lantai 3 Mba, nanti belok kiri”

Saya: “Terima kasih ya Pak..”

Saya naik ke lantai 3. (Gedungnya agak kosong dan kurang tertata gini yah, pikir saya. padahal dari luar kayanya indah dan terkesan banyak banget pegawainya)

Sampai di lantai tiga saya masuk ke ruangan yang terbuka pintunya. Ruangannya luas tapi yang berfungsi hanya pojokan yang dekat dengan pintu masuk. Ada meja yang diatur berbentuk L, lalu ada 2 ibu pegawai yang berpakaian dinas di belakang meja. Masing-masing ibu pegawai sedang bercakap-cakap dengan tamu di depan mereka.

Saya: “Permisi Bu, saya mau mengurus kartu kuning..”

Ibu 1: “O iya Mba, sebentar ya.. Tolong disiapkan ijazah, ktp, dan foto 2X3 berwarna dua lembar”

Saya: “Iya Bu..”

Sambil si Ibu1 mengetik2 sesuatu, tamunya mengajak saya ngobrol dan meminta ijin melihat ijazah saya.

Ibu1: “Diisi dulu bukunya mba”

Saya mengisi data pribadi di 2 tempat, semacam buku tamu dan lembaran tamu gitu.

Ibu1: “Mau ngelamar kemana mba?”

Saya: “Rencananya ke Depdiknas Bu.”

Ibu1: “Ada yang bawa ya mba?”

Saya: “Ga bu.. ”

Ibu1: “Diisi formulirnya ni ya mba..”

Saya mengisis data pribadi saya dan iwayat pekerjaan saya. Ada juga kolom yang menanyakan hendak ditugaskan kemana pengen gaji berapa.

Ibu1 mengetik.

Ibu1: Ini mba ya, sudah selesai, silakan kalau mau melegalisir, ke tempat fotokopi dulu ya. Ada kok di bawah.”

Saya: “Trima kasih bu.. Maksimal bisa melegalisir berapa kopi ya bu?”

Ibu1: “Lima ya Mba..”

Saya berjalan keluar, ketemu petugas keamananan, ke toko fotokopi di seberang kecamatan, balik lagi ke lantai tiga.

Ibu1 memberi cap di 5 lembar fotokopian kartu kuning. Lalu menyerahkan semunya ke Ibu2 yang ternyata Ibu yang berwenang dan akan melegalisir kk saya itu.

Ibu1: “Ini ya mba,, udah selesai semuanya. Biaya administrasinya terserah aja” kata si Ibu1 sambil lalu.

Saya: “Oh iya bu..” saya lalu menerahkan 2 lembar 5ribuan.

Selesai deh!

Jadi intinya, ngurus kartu kuning ternyta ga ribet. cuma perlu ijazah terakhir, fotokopi ktp (bawa aslinya juga ya masing2), dan pas foto berwarna 2X3 sebanyak 2 lembar. Datanglah ke Kecamatan setempat, cari bagian Ketenagakerjaan, dan siapkan uang sukarela untuk biaya administrasi..

9 thoughts on “Mengurus Kartu Kuning untuk Mencari Kerja

  1. hey mel.. desti nih… jdi dikau dah balik k indo ya?? hehehe… thanks infonya ya… btw, ngurus kartunya di kelurahan atau kecamatan sih? jd ga perlu k depnaker lg ya? hrs bawa surat keterangan dr rt rw ga? thanks ya mel infonya…:D

  2. Hi Des!! Haahaha udah ni Des, dah jadi orang Jakarta selama berbulan2.. Sama2 bu.. Soal kartu kining, menurut pengalamanku, ga perlu ke Depnaker kok, cukup ke Kecamatan aja.. Dan ga perlu bawa Surat Keterangan RT dan RW. Seperti cerita gw di atas, gw cuma butuh ijazah terakhir (dan kalo mau aman bawa ijazah2 lainnya juga plus fc-nya), KTP (plus fc-nya), sama foto 2X3 sebanyak 2 lembar. Kalo SK dari RT dan RW itu untuk kebutuhan membuat SKCK, Des.. Semoga membantu yaaah.. N Sukses ya Des🙂

  3. ok deh mel… dr kmrn2 blm sempet k kecamatan, jd palng bru senin dpn😀 tengkyu yah infonya… tar klo reuni akbar dtg ye…;)

  4. Thank you ya Mel infonya…ternyata beda ya ngurus kartu kuning di Bogor dan di Jakarta…lebih praktis dan mudah di Jakarta terbukti hari ini cowoku ngurus kartu kuning di Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara

  5. hai.. aku mau buat kartu kuning jg nih, ktp ku masih kelapa gading. sekarang tinggal di tangerang. jadi langsung ke kecamatan kelapa gading kan? pake surat pengantar dari RT, RW, kelurahan ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s