Bedah Rumah-nya Channel 9 Australia – Kisah Penderita Tourette, Bianca Saez Part 1

Ada yang saya tunggu-tunggu di Channel 9 malam ini jam 7.30 PM. Untung masak mama mie doang untuk dinner, jadi pas banget bisa nonton dari awal, bahkan pas Two and A Half Men masih di 2 segmen terakhir.

Ada ceritanya kenapa saya penasaran banget sama program ini dari hari Kamis lalu (pas nonton promonya).

Dipromokan bahwa akan ada program berdurasi 90 menit yang mengangkat kelanjutan hidup Bianca Saez, gadis berubur 16 tahun  warga Sunshine Coast yang pernah menderita Tourette Syndrome, suatu penyakit yang menyerang syaraf dan gejalanya adalah kelakuan dan perkataan yang tidak tercegahkan.

Saya langsung semangat waktu lihat Bianca di layar kaca, wuah.. Kalo ingat tayangan 60 Minutes (di Channel 9 juga) hari Minggu, 14 September 2008 lalu saya langsung miris. Tayangan hari itu bener-bener bikin saya sedih, kaget, terharu, sekaligus bahagia di akhir acara. Penyebabnya, penyakit yang diderita Bianca ini sangat amat menyeramkan. Dia bisa lari ke tengah lapangan terus menghentak-hentakkan badannya berlanjut dengan jambak-jambak rambut sendiri sambil menjatuhkan diri. Terus, dia nendang-nendang, mukul dadanya sambil teriak-teriak histeris. Matanya bisa tiba-tiba melotot dengan penuh kebencian, terus di detik selanjutnya memandang ke atas kaya kesurupan setan gitu.  Bisa dia ngambil kayu yang tergeletak, terus dipukul-pukul ke badan sendiri sambil bersumpah-sumpah gitu, kaya menghukum dan benci sama diri sendiri.

 

Itu kalo dia sendirian. Kalo dia ada di dekat mama atau papa atau adeknya lebih parah, karena dia akan melampiaskan kekuatan ga dia sadarin tadi ke mereka. Ketika Tara Browns, the intervewer, lagi mengajukan pertanyaan sama mamanya Bianca, itu yang bikin saya paling kejer nangisnya. Bianca yang duduk di tengah orang tuanya berubah raut wajahnya. Dari yang nyengir-nyengir tiba-tiba kaya kaget tertimpa apa gitu, terus tangannya langsung namparin muka mamanya, menonjok bagian depan tubuh mamanya sambil meronta-ronta gitu. Kepalanya tiba-tiba bersandar di pundak mamanya lalu mencium pipi sang mama berbarengan dengan kalimat “I’m Sorry, I’m Sorry..” Mama dengan tenang mendekap Bianca sambil terus menjawab pertanyaan Tara dengan mata yang berkaca-kaca.

 

Diceritakan di episode 60 Minutes yang ternyata santer di seluruh benua Australia itu bahwa Bianca akan menjalani operasi yang diharapkan dapat mengubah Bianca (bukan menyembuhkan). Bianca yang diwawancarai saat itu mengatakan bahwa dia siap menjalani apapun yang bisa dijalankan. Dia lelah hidup seperti itu, bahkan kalau perubahan itu beresiko kematian, dia hanya pasrah, karena dia tahu Tuhan bisa menyembukan kalau memang itu jadi kehendak-Nya. Mata saya tambah perih menangis. Bianca juga menangis. Ada satu narasi yang mengatakan bahwa Bianca gemar menyanyi dan berdansa. Selama beberap detik diperlihatkan kepiawaiannya menari dengan senyumannya yang super indah menatap lensa kamera. Dia cantik..

Kondisi toilet yang terkena 'serangan' Bianca

Kondisi toilet yang terkena serangan Bianca

 

Sebagai bagian dari cerita, diperlihatkan juga rumah Bianca dan keluarga yang parah banget kondisinya. Di mana-mana dinding multipleks mereka bolong, dan diameternya besar, bukan cuma sekedar bolong. Di kamar Bianca, di toilet, ruang tamu, ruang belajar, semua rusak kaya habis terkena musibah perampokan atau semacamnya. Ini juga yang membuat orang tua Bianca memutuskan bahwa mereka ternyata tidak sanggup menghadapi perilaku Bianca, dan mereka tidak bisa lagi mengasuh Bianca dengan keadaan rumah yang seperti itu. Karena itulah Bianca telah dititipkan di suatu recovery place selama 2 tahun (sampai hari menjelang operasi). Mereka mengunjungi Bianca setiap minggu ke tempat pengobatannya itu.

 

Tibalah hari operasi. 60 Minutes diberi privilege ekslusif meliput kejadian fenomenal itu, operasi Tourette pertama yang dilakukan dokter bedah di Australia. Scene-demi scene, dan tiba harinya Bianca sadar dan bangun setelah operasi. Dia memeluk dokternya. Dia melihat sekitar dengan gugup tapi terkontrol. Selama beberapa saat pandangan saya kabur saking air mata menghalangi terus. Dan Bianca memeluk dokternya, dia tersenyum. Dia sembuh!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s