Such a Passionate Spirit

Hey world..wassup..

 

 Strong Passion!

Hari ini akhirnya bisa juga mojok sama komputer kantor, gratisan dan bebasan. [reminder A1 for ‘this office is such a blessing] Bisa dibilang minggu ini adalah minggu yang lumayan akan menyenangkan. I started it with hopes and faith😀. Selain itu ‘ritual’ kerjaan saya aga terselingkuhkan nih. THANKS TO THE CANCELLATION OF -censored- , hehee.. Karena acara ‘mengawang’ itu sempat dijadwalkan Sabtu ini, 26 April 2008, mba bos, saya, dan teman-teman saya satu tim lalu mengosongkan jadwal di 6 hari ini, dari Senin sampai Sabtu, untuk program Sssttt…Usil Banget deh! [reminder B1 for ‘i will post this topic in detail] Ternyata eh ternyata, batallah rencana si live program yang namanya tersensor di atas. Walhasil, minggu ini HARUSNYA kosong. Kalau ternyata ada editing revisi 1 shift dan shooting plan in Giovedi dan Venerdi [reminder C1for ‘i gotta share my italian learning process here!] (baca: Kamis dan Jumat), it’s okaaaay.. karena saya jadi lumayan bisa beristirahat di hari selasa dan rabu..bahkan memposting blog baru saya. Just like what I’m doing now.

Menangis di Bis

Udah lama loh saya ga nangis di tempat umum, dan tadi, bis merk MayasariBakti jurusan Priok-Blok M (dan mungkin beberapa orang penumpangnya) menjadi saksi derasnya lelehan air mata di pipi saya. Ya iya lah, wong lagi batuk-pilek, kok dipancing lagi sama nangis-nangisan, mencairlah semua cairan penyakit itu. Hidung berair, tenggorokan gatal, kacamata bernoda. Gimana ga diperhatiin orang di sebelah saya kan? Mana dia sempet melirik ke majalah yang menjadi faktor utama tangisan saya. “Wah, banjir yang di Jawa ya?” katanya sambil menunjuk ke sebuah halaaman bergambar. “Bukan, pak..” Dia langsung meyakinkan saya (loh?!) “Iya, ini banjir yang kemaren kan?” sambil mengelap pipi saya menjawab lagi “Bukan pak, ini tentang jaman nabi Nuh”. Duh, seketika semangatnya menurun ketika di membaca judul di atas gambar yang tadi ditunjuknya. “Oh iya ya.. O..nabii Nuh”. Si bapak langsung hadap depan grak dan kembali memandangi jalan tol sambil bertoleransi bergeser-geser ketika sesekali penumpang berdiri di sisis kirinya ganpos (ganti posisi, red).

Hehehehe..untung juga gambar banjir itu yang dikomentari si bapak, bukan air mata saya. Saya bingung euy kalo ditanya kenapa nangis.  Putus cinta ya nggaa..kelaperan ya belom.. Kasian nanti si bapak mencarikan solusi buat saya. Wong saya nangis karena terharu kok. Majalah yang saya baca itu mengingatkan saya LAGI tentang kebaikan Tuhan. Salah satu artikelnya yang berjudul 1 Dolar 11 Sen  menceritakan ada seorang gadis 8 tahun yang percaya banget dia bisa membeli ‘keajaiban’ dengan sejumlah uang yang ia miliki. Tertekan mendengar orang tuanya putus asa atas kesembuhan adik lelakinya, ia berlari ke apotik dan singkatnya, seseorang pria menanyakan ‘keajaiban’ jenis apa yang ia butuhkan, dan si gadis berkata “Saya cuman tahu dia sakit parah dan mama bilang kalo di membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya nggak mampu membayarnya..tapi saya juga mempunyai uang”. “Berapa uang yang kamu punya?” “Satu dollar dan sebelas sen, dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini”. Si pria kemudian berkata “Wah kebetulan sekali, satu dollar dan sebelas sen..harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu”. Si pria lalu mengikuti si gadis kecil pulang ke rumah, dan ia, yang ternyata seorang ahli bedah, akhirnya menjadi ‘keajaiban’ yang membatu operasi yang menyembuhkan adik si gadis.

Sederhana ya? Saya ga bisa jelasin gimana perasaan saya tadi pas di bis, hmm..kaya..ngerasa linked to everything all over again. Saya jadi ngerasa bisa beristirahat aja. Kayak reminder yang bilang “Hey, passion dan harapan kamu tuh ga akan sia-sia..”. It was just like that, resting and having the will to HOPE again. hwwwh..saya mau menggigit lidah saya setiap kali saya pengen mengeluh.

Selanjutnya..

Sepulang dari editing jam 11 tadi, senang juga berbagi pengetahuan tentang dasar bahsa Italia sama si Mbak-nya, Mbak Noye sayaaang… hehehe.. Karena dia ngeliat buku latihan Italia-ku, dia jadi nanya-nanya, en gw jadi serasa Giussepe gitu,, huahahhaa.. FYI, Giuseppe e’ il mio insegnate al corso, my italian teacher. Makasih ya mba Noyeee..u’re such a good learner, aku jadi bisa practice my italian outside the course class😀 seneng bangeeeet.. banyak-banyak kek orang kayak dirimuuu.. Kutunggu kauw di IIC yaaaa..Forza Italianoooo!

jam 3 lewat 11 in the morning, pemirsa..

Tapi aku mau nyoba nulis posting lagi, hihihii..

One thought on “Such a Passionate Spirit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s