beberapa hari ini saya menghabiskan waktu dengan cara yang baru: baca kompasiana. Buat yang belum pernah denger, kompasiana ini blogging site-nya harian kompas. Yang mengisi adalah wartawan-wartawan kompas, juga para blogger lain yang terdaftar. Bacaannya asyik, santai, dan buat saya sangat mempekaya pengentahuan tentang keindonesiaan, hehe..
Seperti yang saya ceritakan di postingan sebelumnya, Pak JK, wapres dan kandidat presiden kita, lagi aktif ber-blogging di kompasiana. Ini yang menarik. Kalo ada waktu baca-baca yah.. Pak JK banyak menceritakan pengalaman pribadi dan kontribusinya di pemerintahan Indonesia. Di satu sisi senang juga ada pemimpin yang intelek dan terbuka yang sekaligus jadi blogger begitu. Bangga juga blogging dilirik oleh Pak Wapres, secara emang saran blog komunikatif dan keren banget (hidup BLOG!!). Tapi di satu sisi, lucu. Di banyak kesempatan beliau promosi diri sendiri, dan terkadang menyindir rival-rivalnya.
Mungkin buat yang selalu mengikuti perkembangan kampanye pilpres di tv-tv, udah biasa yah ngeliat Pak JK kaya gitu, ceplas-ceplos banget. Tapi buat saya ini unik banget. Saya bisa ngebaca sebuah posting sampai comment yang terakhir dan selama membacanya bisa tertawa terbahak-bahak.
Postingan Pak JK kemarin, 14 Juni 2009 yang berjudul TIDAK PERLU MARAH KALAU DIKRITIK barusan bikin saya terpikat. Ceritanya Pak JK pengen dikritik, karena dengan kritikan, sesorang bisa tambah maju dengan merubah hal yang tidak baik yang mungkin selama ini tidak disadari. Saya lumayan tergerak tadi untuk ikut memposting kritikan, secara jiwa ‘kompetisi’ saya tercolek pas baca tulisan Pak JK:
MAKA ITU BIASANYA PADA TULISAN SAYA BANYAK YANG SUKA MEMUJI MUJI SAYA, MAKA KALI INI SAYA INGIN ANDA MENGKRITIK SAYA, BAGI SEPULUH PENGKRITIK TERBAIK AKAN SAYA UNDANG KE ISTANA APABILA SAYA TERPILIH MENJADI PRESIDEN, UNTUK MENGHADIRI PELANTIKAN SAYA…SILAHKAN SIAPA YANG MAU JADI YANG PERTAMA
(iya, semuanya pake huruf kapital begitu. Saya bayangin Pak JK semangat banget nulisnya – semoga bukan marah-marah sih.. Heheh..psikologi tulisan
)
Nah, saya kan paling suka sama yang gini-gini.. Kalau diundang ke istana kan lumayan, bo, cuma karena ngasi kritikan ke pak Wapres… (hahahaaa..dasar).
Terus mulailah saya baca kritikan-kritikan dari para pembaca blog Pak JK. Saya ga banyak menemukan comment dari para pemuja-pemuji Pak JK kali ini. Ada sih beberapa yang dengan gamblang menyatakan dukungannya buat JK-Win. Yang paling asyik itu baca comment dari pengkritik sejati, yang bukan cuma sekedar nulis trus dilanjutkan dengan polesan-pujian (kaya yang saya sempet rencanakan, upss..).
Saya senyam-senyum ngebaca kritikan tentang ‘mulut terbuka’-nya Pak JK kalo lagi dengerin orang ngomong, atau tentang kumis yang ga ngangkat wibawa. Aya-aya wae. Tapi yang paling bikin saya dong n ketawa waktu salah seorang komentator mengkritik ttg slogan JK-Win ‘Lebih Cepat, Lebih Baik’. Sang komentator ngasi satu contoh yang menunjukkan slogan itu sebenarnya kurang tepat. Dan ketidaktepatan slogan itu membuahkan ketidak akuratan. Contoh itu terlihat di sayembara yang Pak JK adakan. Wong pelantikan itu kan pasti di Gedung MPR/DPR, lah kok 10 pengkritik terbaiknya diundangnya ke Istana?! Buru-buru posting malah jadi ga akurat. Huahahaaaa.. and I said, iya juga ya!
But above all that, sebenernya bagus banget ajang kritik-mengkritik dan dengar-mendengar antara pemimpin-rakyat melalui blog kaya gini. Saya salut dan terharu!!
Hidup kompasiana dan blog!




Recent Comments